pagi itu aku diantar papa ku ke pool budiman, bis budiman tiba di pool pukul 5.00 WIB aku duduk di jok tengah.
bus pun mulai berjalan, karena aku pergi sendiri aku merasa bosan, aku pasang earphone yang ku hubungkan dengan MP3 hitam kecil kesayangan ku. ku putar lagu Turn It Off dari Paramore. saat ini aku sangat menyukai lagu ini. Hayley williams sukses menyanyikan lagu ini dengan baik. apalagi versi akustik.
playlist selanjutnya adalah lagu into your world dari exo
tak lama kemudian aku tertidur cukup lelap bisa dibilang lelap sekali, ketika terbangun mobil sudah melewati batas kota kabupaten tasik. hoam... begitu lelapnya sehingga tak terasa sudah hampir sampai.
sampai di terminal, terminal yang begitu megah, kota tasik bukanlah kota metropolitan tapi tasik memiliki sejuta keindahan dan kekayaan, salah satunya adlah tasik memiliki terminal tipe A yang besar ini
tetapi bus yang aku naiki tidak berhenti di terminal tipe A, bus ku terus melaju ke pool. pool budiman tidak berjarak jauh dari terminal.
bus pun berbelok memasuki pool, semua penumpang turun termasuk aku, saat turun aku kebingungan harus menggunakan apa untuk pergi ke sekolah ku,biasanya aku menaiki taksi, tapi karna saat ini uangku tak cukup banyak maka aku harus berhemat. aku pikir-pikir lagi untuk menggunakan ojeg, tapi jeg sama saja, harganya lebih dari 15.000. aku putuskan naik angkot tapi aku tak tahu harus naik angkot apa. dengan berat hati dari pada nyasar dan nambah dana, akupun memutuskan naik ojeg.
tapi tunggu, ojegnya yang mana? disini terparkir beberapa motor tapi tak aja seorangpun yang menggunakan rompi ojeg. aku pun bertanya pada salah satu orng yang sedang duduk dimotornya, "bang, ojeg?" dia sempat kebingungan dan melirik teman disebelahnya, tapi beberapa saat kemudian dia bertanya," mau kemana neng?", "saya mau ke sambongjaya bang", jawab ku yang sedikit aneh karna abang abang itu tadi keheranan, tapi dari pada aku harus naik taksi aku pun menaiki ojeg aneh tersebut.
ojegpun melaju meninggalkan pool. yang membuatku makin aneh kenapa orang yang disamping abang ojegku mengikuti ojeg yang ku tumpangi. jantungku dag dig dug tidak karuan karena takut terjadi sesuatu, tapi aku menyakinkan diri agar tidak berpikiran negatif.
sesampainya di jalan sambong ada persimpangan tukang ojeg bertanya padaku,"neng jalan kiri apa kanan" aku heran bukan main, tukang ojeg gatau jalan?. tapi kini aku singkirkan lagi pikiran pikiran negatif diotaku."lewat kiri bang" timpalku menunjukan arah.
motorpun terus melaju dan ahirnya sampai disekolahku. aku pun bertanya berapa tarif ojegnya, tapi bang ojegnya malah melongo, "terserah neng aja saya ga tau, biasanya berapa neng?". buset ni bang ojeg gatau tarif."20.000 bang" akupun menyerahka uang 50.000, abang ojegpun membuka dompetnya, "neng ga ada kembalian"."bang saya juga ga punya uang receh, adanya 15.000", jawabku "ya udah neng gapapa". makasih bang" hahah ternyata memang tidak boleh syuudzon kepada orang lain, mungkin orang itu memang bukan tukang ojeg tapi mendadak tukang ojeg tapi lihat, tidak terjadi apapun bahkan menguntungkan.
0 komentar:
Posting Komentar